Kadang kita mencintai dengan cara kita, padahal yang terpenting adalah membuat orang yang kita cintai merasa dicintai dengan cara mereka. -Ariesandi-
Itu isi personal message bbm g dari tadi malem.
Dapet kata2 itu dari salah satu buku hypnoparentingnya Ariesandi.
Kata2 itu di buku ditujukan dalam konteks orang tua dan anak.
Bahwa banyak orang tua merasa udah mencintai anak mereka sepenuh hati, tapi ternyata mengalami anak bermasalah karena anak tidak merasa atau tidak tahu dirinya dicintai.
Dan hampir semua masalah pada anak disebabkan kurangnya rasa dicintai oleh orang tua.
Susah diatur, kurang percaya diri, malas, susah berkonsentrasi, dsb.
Anak2 tidak merasa atau tidak tahu dirinya dicintai karena orang tua mencintai dengan "bahasa"-nya sendiri, tanpa orang tua memahami "bahasa" anaknya.
Ibaratnya, orang tua pake bahasa jawa, anaknya pake bahasa sunda (misalnya).
Mau sampe mejret tu orang tua berusaha menyampaikan maksudnya, tetep aja ga keterima sama anaknya.
Dan kemudian orang tua banyak yang kesel karena "anaknya ga tau diri, ga tau terima kasih, ga ngerti orang tuanya udah berusaha keras untuk anak".
Itu berarti orang tuanya nyuruh anaknya bisa bahasa jawa supaya anaknya ngerti maunya orang tua, tapi orang tuanya ga mau belajar bahasa sunda untuk ngerti maunya anaknya.
Ariesandi di bukunya bilang, "Anda aja yg udah punya pengalaman hidup puluhan tahun, merasa susah untuk memahami anak. Gimana Anda mau mengharapkan (mungkin memaksa :p) anak Anda yang jelas pengalaman hidupnya jauh lebih sedikit drpd Anda untuk bisa memahami Anda?"
Dengan kata lain, orang tua dulu belajar memahami, baru anak bisa mencontoh untuk belajar memahami. ;)
Nah, kembali ke kata2 di awal tadi, sebenernya yg membuat g jadi nulis ini adalah kata2 tadi tp konteksnya ke hubungan dengan pasangan. Hehehe..
Berlaku juga kan ya? :p
"Bahasa kasih" kita dan pasangan bisa jadi beda.
Jadi tau deh sekarang kenapa suami/istri ada yg suka ngeluh, "G udah berusaha nyenengin dia, tapi tetep aja kynya apa yg g lakuin itu kurang buat dia. Maunya apa sih.."
Ada beberapa pengelompokan kepribadian, bahasa kasih, modalitas, atau apapun itu namanya, yg kalo kita tau, mungkin akan sangat membantu untuk tau maunya pasangan apa, maunya kita apa.
Berhubung sekarang udah waktunya tidur, g lanjut besok ya. Atau besok-besok mungkin. Hahaha..
Good nite.
-to be continued-